Archive for May, 2011

May 06 2011

Besar Indeks Pont, Korkhaus serta Hubungan Antara Lebar dan Panjang Lengkung Gigi Terhadap Tinggi Palatum Pada Suku Jawa

Published by Cendrawasih under Researches

author:

G.A.Made D.H.P., Cendrawasih A.F dan Dyah K

Bagian Ortodonsi Fakultas Kedokteran Gigi UGM

Telah di presentasikan dan dipublikasikan pada acara dan majalah Ceril FKG UGM September 2011

 

Lihat full text  dengan klik Besar Indeks Pont, Korkhaus serta Hubungan antara Lebar dan Panjang Lengkung Gigi terhadap Tinggi Palatum pada Suku Jawa (pdf)

Ucapan terimakasih/Acknowledgemnt

 Terimakasih kepada Yth drg. Christnawati, M.Kes, Sp Ort (K) atas bantuan model studi dari dana penelitian masyarakat FKG UGM 2010 sebagai bahan penelitian.

65 responses so far

May 06 2011

Cerita santai sehari-hari

Published by Cendrawasih under My Daily Life

 5. Cerita santai sehari-hari

Saya bersyukur bahwa saya beruntung menjadi seseorang yang mencintai profesi saya, baik sebagai guru, sebagai ortodontis…Halaman ini untuk cerita cerita santai se hari-hari yang saya lakukan di FKG UGM di tempat saya mengajar, pengalaman-pengalaman yang kadang menyentuh hati dari mahasiswa mahasiswi yang kadang nakal yang kadang amazing, tidak terduga kemampuannya, apapun mereka, saya mencintai mereka apa adanya.

3 Mei 2011

Bagaimana menghadapi mahasiswa malas?

Pada suatu hari terbetik di fikiran saya -mungkin semua orang tidak setuju dengan pemikiran saya- tetapi tiba-tiba saya berfikir, menghadapi mahasiswa yang bermacam-macam perilakunya, menurut saya menjadi guru artinya bagaimana mendidik anak didik yang leda lede menjadi tidak leda lede, pemalas menjadi tidak pemalas, anak yang berbakat, menjadi lebih berbakat lagi. Anak yang kurang berani, menjadi pemberani, yang kurang percaya diri, menjadikan mereka percaya diri, alih-alih mengeluh dan marah-marah.

Saya berpendapat, mereka baik atau buruk, menjadi berpengetahuan dan tidak berpengetahuan, trampil atau tidak trampil, semua adalah tanggung jawab saya. Kebanyakan dengan pendekatan ini, banyak mahasiswa yang menjadi rajin, mudah diajak produktif.

Saya lebih memilih pendekatan persuasif daripada marah-marah dan mengeluarkan kata-kata yang tidak perlu. Saya berfikir mungkin akan diterima sebagai sikap lemah dari seorang guru, atau  agar disukai mahasiswa, namun saya memilih tidak berfikir akan diterima sebagai seseorang dosen dengan sikap seperti itu. Saya hanya berprinsip, semalas atau serajin apapun mahasiswa, tidak akan begitu berbeda bila saya berorientasi hasil. Yang membedakan pasti, bahwa sebuah tugas yang dilaksanakan dengan sepenuh hati dan tidak, pastilah bisa kelihatan. Pendekatannya, semua sama, berorientasi hasil, sesuai dengan ketrampilan yang saya targetkan dan inginkan, dan saya biasanya mentargetkan mereka keluar dari tangan saya sesuai dengan nilai 8, bukan karena mereka saya nilai selalu 8 baik atau buruk, tetapi saya harus selalu menguatkan hati agar mereka berketrampilan dengan kompetensi nilai 8.

Mengapa pakai kata-kata menguatkan hati?…. karena kadang-kadang, mahasiswa yang malas-malasan dengan berbagai alasannya, kurang berbakat, akan mengulang lebih banyak, bekerja lebih keras untuk memenuhi target saya. Dalam situasi seperti ini,  selalu saya berperang dengan diri sendiri, apakah mahasiswa ini saya loloskan atau tidak. Sekarang ini hal tersebut menjadi mudah, karena saya tinggal berstandar tinggi agar mereka mendapat target kompetensi nilai 8 yang saya inginkan, yang mereka butuhkan saat mereka hanya sendirian - karena yang dilatih adalah mahasiswa kedokteran gigi- menghadapi pasien sendiri di ruang berdinding 4, tanpa ada orang lain yang membantu mereka memutuskan sesuatu dan merawat pasien dengan benar saat mereka sudah menjadi dokter gigi.

Bagaimana bila saya gagal?

Bukannya saya kadang tidak gagal menerapkan kompetensi bernilai 8 ini. Karena kadang semua di luar dugaan, di luar kuasa saya. Tapi kadang juga karena gagal menguatkan hati untuk berstandar tinggi. Melupakan hal-hal detil, juga menjadi kelemahan saya, tetapi saya melihat, kolega banyak juga yang kecolongan untuk hal-hal yang detil ini. mffhhh…Apa yang harus saya lakukan untuk hal seperti ini?…saya maafkan diri saya sendiri dan bangkit lagi….belajar dari masa lalu dan melanjutkan hidup…salah satu defence mechanism saya sehari-hari

Tentu saja pendekatan persuasif, membutuhkan energi yang tinggi - termasuk energi mengalahkan diri sendiri, tentu saja-, membutuhkan waktu yang lebih lama, kemampuan mendengarkan yang baik, kemampuan berempati, menguatkan diri untuk mengkritik mahasiwa -dengan cara tidak menjatuhkan harga dirinya tentu saja-untuk menjadikan mereka menjadi orang yang berkompetensi dan berdedikasi, seperti yang saya inginkan saya menjadi…yang saya kira adalah target semua kolega dosen saya yang lain, dengan cara pendekatan dan persepsi dirinya masing-masing, yang kadang menjadikan tempat saya belajar dari mereka…

Apapun, selamat jalan dan sukses selalu untuk semua anak didik saya yang sudah lulus. Saya terbuka untuk diajak berdiskusi dan ber bincang-bincang setiap saat, bukan tidak mungkin mereka nantinya akan menjadi orang yang lebih baik, lebih sukses dari saya, dan saya akan bangga pernah menjadi bagian dari hidup mereka….

 

6 Mei 2011

Cerita dari presentasi dana penelitian masyarakat FKG UGM

Kemarin presentasi di depan reviewer dana penelitian di FKG UGM…Mungkin karena terlalu berorientasi hasil, tidak berfikir detil…., soalnya kalau menunggu mood bisa bisa tidak pernah melamar dana penelitian…waduh…komentar reviewer alamaakk…agak menurunkan kondite juga sih…. setelah saya tengok lagi…memang…bener-bener hasil kopi and paste…. Senengnya ngikut yang gini-gini, jadi tahu bagaimana cara orang lain menilai proposal. Belajar mengidentifikasi metode penelitian, yang sampai sekarang masih gampang-gampang sulit, sulit-sulit gampang buat saya…Dengan keluar dari kepompong ortodonsi yang aman…saya juga melihat sisi pandang orang lain tentang keilmuan ortodonsi…langsung kebut revisiii….semoga masih bisa diterima, karena niatnya mencarikan dana penelitian untuk mahasiswa

 

60 responses so far

May 06 2011

Apakah beda tilting dan tipping ?

Published by Cendrawasih under Lectures

Tipping

  • the tendency of a tooth to turn or rotate in either the mesio-distal or bucco-lingual direction when a force is applied to the crown; thus, tipping can change either the inclination or angulation of a tooth

tipping, uncontrolled

  • the application of a force to the crown will cause a tooth to rotate around a center near the middle of the root; thus, the apex will move in the opposite direction to the crown as the tooth tips

tipping, controlled

  • the application of a force plus a moment to the crown which is designed to cause the tooth to rotate around a center that is at the apex; thus, the crown moves the greatest distance and the apex moves the least as the tooth tips

 

there are three correcting measures or movements:

  • crown angulation in a mesio-distal direction which is known as tipping, angulation or tilting;
  • crown angulation in the bucco-lingual direction which is indicated as torque; and r
  • r otation with regard to the occlusal view.

64 responses so far

May 03 2011

Cerita santai sehari-hari

Published by Cendrawasih under My Daily Life

Hari ini saya memindah  halaman  “Cerita santai sehari-hari” yang dapat di klik di “My Daily Life” menu Category kanan halaman ini, yang saya harapkan menjadi cerita-cerita santai saya sehari-hari bekerja di FKG UGM…enjoyyy

No responses yet